Sebelum membeli tanah, Sebaiknya Cek Dulu Prosedurnya!

Sebelum membeli tanah, Sebaiknya Cek Dulu Prosedurnya! – Di Indonesia, anda dapat menemukan berbagai jenis investasi yang cukup beragam. Mulai dari mata uang asing, perhiasan, saham, deposito hingga properti. Bagi anda yang berinvestasi pada bidang properti khususnya tanah, ada beberapa hal yang perlu anda pastikan sebelum anda membeli tanah tersebut. Paling utama yang harus di cek adalah legalitas dari tanah kavling tersebut apakah bebas dari free, clean dan clear.

Free disini berarti bebas dari sengketa, dimana nama pemiliki ini sesuai dengan yang tertera pada sertifikat tanah. Clean berarti tanah tersebut tidak digunakan untuk kegiatan ekonomi lain ataupun ditempati orang yang tidak berhak. Clear berarti tanah tersebut tepat seperti yang ada pada sertifikat, dan juga cocok pada batasan batasannya.

Berikut ini Prosedur yang tepat dalam membeli tanah

Cek Kondisi

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum membeli adalah memastikan kondisi tanah tersebut. Ini berkaitan dengan kontur dan juga jenis tanahnya, apakah akan mempuni jika nantinya di dirikan bangunan. Dan juga pastikan posisi tanah tersebut tidak miring, kecuali jika anda menyukai kontur tanah yang miring. Air juga menjadi aspek yang perlu di cermati. Cek apakah debit air pada area tanah tersebut mudah di gali atau tidak.

Suratnya

Biasanya permasalahan ketika membeli tanah ini adalah keaslian dari sertifikat tanah tersebut. Umumnya banyak yang tertipu dengan sertifikat palsu ketika transaksi berjalan. Harga murah ini biasanya yang menjadi pemicu para pembeli untuk membeli tanah tersebut tanpa mengingat hal hal yang diperhatikan.

Membuat Akta Jual Beli

AJB merupakan akta perjanjian jual beli untuk sebagai bukti dalam pengalihan hak atas tanah sebagai akibat dari jual beli. AJB ini bisa dalam berbagai bentuk seperti kepemilikan tanah, hak milik, hak guna bangunan maupun girik.

Membawa berkas ke BPN

Pasca dalam proses penandatanganan AJB, tahap terakhir adalah memastikan bahwa anda sebagai pembeli ini harus menyerahkan berkas (AJB asli) ke BPN. Bastas penyerahan ini selambat-lambatnya 7 hari setelah penandatanganan. Penyerahan berkas ini juga menyertakan surat permohonan balik nama dengan tanda tangan pembeli, sertifikat hak atas nama, KTP penjual dan pembeli, Bukti lunas PPH, serta bukti lunas BPHTB. Setelah pemberian berkas, maka petugas ini akan membuatkan surat tanda bukti penerimaan balik nama. Selanjutnya, nama penjual yang ada pada buku tanah dan sertifikat akand di coret dengan tanda tangan dari kepala kantor pertahanan.

 Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *